Prioritas Saluran Sedekah

Dalam agama telah diatur kemana saja sedekah itu disalurkan. Setidaknya ada lima tempat menafkahkan harta. Seperti tertulis dalam Al Qur’anul Karim (Al Baqarah: 215) Sebab ayat ini turun, menurut Tafsir Al Qurthubi, berkaitan dengan pertanyaan sahabat Nabi saw Amr bin Jamukh, “Ya Rasulullah harta saya banyak, kemana saya harus menyalurkan sedekah?” kemudian turun ayat berikut:

Artinya: “Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” dan apa saja kebaikan yang kamu buat, Maka Sesungguhnya Allah Maha mengetahuinya. “

Ada 5 ranking saluran sedekah:

Orang tua; baik nasabi maupun sababi. Disamping ada orang tua sababi ada orang tua nasabi. Orang tua nasabi adalah yang melahirkan kita, sedangkan orang tua sababi adalah orang-orang yang secara pribadi sangat berjasa kepada kita, baik dalam pembentukan jasmani maupun rohani. Mereka dalah termasuk orang tua sababi. Kepada merekalah sedekah diutamakan terlebih dahulu. Berikan harta yang sangat bernilai untuk mereka. Niscaya Allah akan memberikan ganti lebih baik.
Kerabat; siapakah saudara kita ini, dimana adanya maka sebaiknya kepada merekalah kita memberikan kasih shadaqah.
Anak Yatim; menurut kitab Fathul Baari, yatamah atau yatim adalah mereka yang ditinggal ayahnya.
Orang-orang miskin
Sabilillah

Niat Bersedekah
Cara memberi sedekah yaitu dengan niat dalam hati seperti berikut:

“Ya Allah, saya titipkan harta ini di sisiMu melalui orang-orang ini, sebelum diterima oleh orang ini, mohon diterima lebih dahulu.”

Jadi katanya, bukan begitu saja memberikan kepada sasaran. Tetap hati harus hadir sehingga ada permainan hati yang disadari. Misalnya, memberi Rp. 5000, sebelum orang menerima maka Allah menerima lebih dahulu. Allah itu menjadi riba (melipat gandakan). Inilah riba yang sebenarnya, sebab kalau mau bermain riba yang benar adalah dengan Allah bukan dengan manusia. Bila kita memberi Rp. 5000 Allah siap memberi 50.000,- sebab dalam dalam Al Qur’an Allah telah siap melipat gandakan amal kebaikan sepuluh kali lipatnya.

Makna Sodaqoh
Menurut tafsir al qurthubi kata shodaqah diambil dari kata siddik (benar). Melaksanakan shodaqah ini sebagai ciri orang yang sehat imannya; baik lahirnya maupun batinnya sehingga bukan termasuk golongan orang-orang munafik dimana mereka senantiasa menolak untuk bersedekah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s